Sticky Post : Tiga Agenda ‘Nyaris’ Wajib Pasca Ramadhan

DearAyuFitria ― Agenda kegiatan abang di dua puluh hari terakhir Ramadhan tahun ini jauh lebih padat daripada tahun-tahun sebelumnya. Ide istri tercinta untuk memulai bisnis kuliner favoritnya membuat waktu luang kami terkuras habis.

Jangankan meluangkan waktu untuk blogging, semenjak partisispasi kami di Pilpres 2014 kemarin, menu sahur dan berbuka abang didominasi oleh mie instant dan nasi goreng. Alasannya? Istri abang nggak sempat untuk belanja. Berhubung hanya abang yang berpuasa di rumah ―anak masih kecil sedangkan istri masih menyusui―, jadi ‘kesederhanaan menu’ ini hanya abang nikmati sendirian.

Saat ini kita sudah memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dan nanti malam adalah malam ke-21 Ramadhan. Itu berarti kita sudah memasuki ‘musim berburu’ Lailatul Qadar. Untuk tahun ini, abang dan keluarga sepakat akan melakukan I’tikaf bersama.

(lebih…)

Mewaspadai Perpecahan Setelah Pilpres 2014

DearAyuFitria ― Ada yang mengkhawatirkan pasca Pilpres 2014 yang tadi siang selesai dilaksanakan. Perpecahan nasional. Hasil quick count yang tidak mencapai kesepakatan data ―abang tidak ingin membahas mengenai siapa yang akurat hasilnya― dan juga klaim kedua kandidat yang mengatakan bahwa mereka adalah pemenang dalam Pilpres 2014 sehingga berhak pada tambuk kepemimpinan Indonesia untuk lima tahun ke depan.

Bila biasanya hasil quick count hanya didominasi oleh salah satu calon, namun untuk tahun ini, hasil quick count telah membuat kemanan Negara Indonesia dalam status waspada.

(lebih…)

Permohonan Maaf Abang Untuk HTI

DearAyuFitria ― Untuk entri kali ini abang ingin meminta maaf kepada Hizbut Tahrir Indonesia. Mengapa? Karena abang sudah salah mengeluarkan komentar. Sebagai pengikut dari mazhab yang berbeda, sesungguhnya abang tidak banyak tahu mengenai mazhab yang dianut oleh HTI.

Terima kasih kepada sahabat abang, Pak Wahyu Nurudin. Beliau telah membuka mata abang sehingga abang harus niat untuk kesana kemari demi mencari data mengenai hukum yang dianut HTI berkaitan dengan Pilpres 2014.

Pada awalnya tepat beberapa hari setelah Pilleg yang lalu, abang mendapatkan kabar mengenai fatwa terbaru HTI yang mengatakan bahwa haram untuk golput pada Pilpres 2014 karena memang nasib seluruh umat Islam di Indonesia sedang menjadi pertaruhannya.

(lebih…)

Selamat Berjihad di Pilpres 2014

DearAyuFitria ― Akhirnya masa-masa penentuan nasib bangsa ditentukan. Apakah pihak sekuler, ataukah pihak muslimin yang menjadi pemenangnya. Biar Allah SWT yang menentukan. Di Bulan Ramadhan ini, Insya Allah, Sang Maha Kuasa akan memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Yang harus kita lakukan sekarang hanyalah berjihad dan turut berpartisipasi dalam peperangan politis ini. ― BangYusuf

[#29] Melawan Propaganda Media Dengan Kebersihan Hati

Media SosialDearAyuFitria ― Abang sempat terkejut melihat fakta dibalik tertangkapnya Luthfi Hasan akibat tersandung kasus daging import. Dan fakta itu baru abang ketahui beberapa minggu yang lalu, setelah selama ini abang begitu mendiskreditkan beliau dengan ke’munafik’an-nya.

Luthfi Hasan, atau lebih baik bila kita panggil sebagai Ustadz Luthfi, sempat menjadi pejuang Afghanistan di usia mudanya. Bahkan, hingga kini, Ustadz Luthfi begitu gencar menyampaikan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Konon, hanya Ustadz Luthfi dan beberapa orang Indonesia sajalah yang mengetahui jalur penyelundupan bantuan ke Palestina.

(lebih…)

[#28] Penyakit Hati dan Obatnya

ObatDearAyuFitria ― Berikut ini abang ingin berbagi sebuah syair karya Ibnu Qayyim. Sebuah syair mengenai penyerahan diri sepenuhnya kepada Rabb pencipta sekalian alam. Syair yang sangat indah sekaligus memiliki makna mendalam. Sejalan dengan kualitas pikir dan keimanan yang dimiliki oleh Ibnu Qayyim.

Di dalam hati ini berantakan dan tidak akan terhimpun menyatu kembali kecuali menghadap Allah.

Di dalam hati ini terdapat keberingasan dan tidak akan dapat dihilangkan kecuali dengan turut mematuhi Allah.

Di dalam hati ini terdapat duka cita dan tidak akan sirna kecuali bersuka cita dengan ma’rifatullah dan tulus bergaul dengan-Nya.

Di dalam hati ini terdapat kegelisahan dan tidak akan pernah tenang kecuali menyatu dengan Allah dan lari kembali kepada-Nya.

Di dalam hati ini terdapat bara api kesedihan yang tidak akan dapat dipadamkan kecuali rela dengan perintah dan larangan Allah, Qada dan Qadar-Nya, dan menggantungkan kesabaran hinga datang waktu perjumpaan dengan-Nya.

Di dalam hati ini terdapat kebutuhan yang tidak akan dapat terpenuhi kecuali dengan mencintai Allah, menggantungkan diri kepada-Nya, terus berzikir mengingat-Nya, benar-benar tulus ikhlas kepada-Nya. Andaikata dunia dan semua isinya diberikan, maka selamanya tidak akan dapat menutupi kebutuhan itu.

Lalu, pelajaran apakah yang para sahabat dapatkan setelah membaca bait-bait syair indah di atas?

Mungkin setiap dari kita memaknai dan mengambil titik pelajaran yang berbeda dari syair di atas, namun abang sendiri memaknai syair tersebut dengan kesimpulan seperti ini.

Ada banyak hal yang mengganggu hati manusia sepanjang hidupnya di dunia. Hati yang hancur, kemarahan, duka, gelisah, sedih dan juga kebutuhan. Namun, seluruh gangguan hati tersebut tidak akan pernah dapat teratasi tanpa penyerahan diri sepenuhnya kepada Islam dengan segala aturannya.

Karena, seluruh kondisi hati yang terganggu tersebut, sesungguhnya begitu mudah untuk tercampuri oleh hawa nafsu manusia. Sebagaimana Ibnu Qayyim mengatakannya dalam kalimat terakhir,

Andaikata dunia dan semua isinya diberikan, maka selamanya tidak akan dapat menutupi kebutuhan itu.

Manusia merasa bahwa mereka membutuhkan banyak hal, namun kebanyakan dari kebutuhan itu, bukanlah sesuatu yang benar-benar mereka butuhkan, melainkan telah terbutakan oleh hawa nafsu manusia yang liar. ― BangYusuf

*) Syair dalam entri ini, dikutip dari Ibnu Qayyim, Ma’rijus Salikien